Trial Perdana · 10 Oktober 2026 — jadi bagian dari sesi pertama kami
Tentang Kami

Pulang ke rimba.

Ulin di Rimba lahir dari keresahan sederhana: masyarakat urban yang makin jarang tertawa lepas tanpa layar gawai di antara mereka.

Kami menghadirkan ruang di tengah hutan pinus, kaki gunung Bandung — tempat Wargi Rimba, dari anak muda sampai anak-anak, bisa ulin, ngariung, dan bertafakur, digelar tiap minggu.

Nilai yang Kami Pegang

Filosofi Sunda.

Niti Harti

Belajar mengetahui dan memahami konsep atau masalah.

Niti Surti

Belajar merasakan dan menyadari dampak dari apa yang diketahui.

Niti Bukti

Belajar membuktikan dan melakukan tindakan nyata.

Niti Bakti

Belajar hidup bersama, berkontribusi, dan mengabdi.

Niti Sajati

Menjadi manusia seutuhnya, konsisten dalam kebaikan, dan mencapai kesempurnaan karakter.

Apa itu Ulin di Rimba

Yang kami tawarkan.

(01)

Alam

Kembali ke ritme hutan pinus — udara segar, suara alam, dan ketenangan yang menyembuhkan penatnya kota.

(02)

Budaya & Spiritual

Kearifan dan kehangatan Sunda, disertai ruang tenang di Kaki Gunung Manglayang — pulang ke akar sekaligus lahir kembali.

(03)

Bermain

Kaulinan tradisional yang menyatukan lintas generasi — tawa lepas, tanpa layar gawai.

Masjid Pemuda Raheela

Di tengah rimbunnya pinus, berdiri Masjid Pemuda Raheela — ruang tadabur bagi Wargi Rimba. Suara gemercik air wudu dan panggilan azan menjadi pengingat: di sini, suara paling nyaring bukanlah notifikasi ponsel, melainkan seruan untuk kembali bersujud.

Bukan Sekadar Bisnis

Kebaikan yang berputar.

Separuh dari keuntungan setiap sesi Ulin di Rimba kami putar kembali untuk pendidikan, pelestarian ekosistem hutan, dan kebermanfaatan umat di sekitar kami. Jadi saat Wargi Rimba bergabung, bukan cuma dapat pengalaman — ada kebaikan yang ikut ditanam.

Sudah siap ulin di rimba, Wargi?

Daftar Sekarang