Pulang ke rimba.
Ulin di Rimba lahir dari keresahan sederhana: masyarakat urban yang makin jarang tertawa lepas tanpa layar gawai di antara mereka.
Kami menghadirkan ruang di tengah hutan pinus, kaki gunung Bandung — tempat Wargi Rimba, dari anak muda sampai anak-anak, bisa ulin, ngariung, dan bertafakur, digelar tiap minggu.
Filosofi Sunda.
Niti Harti
Belajar mengetahui dan memahami konsep atau masalah.
Niti Surti
Belajar merasakan dan menyadari dampak dari apa yang diketahui.
Niti Bukti
Belajar membuktikan dan melakukan tindakan nyata.
Niti Bakti
Belajar hidup bersama, berkontribusi, dan mengabdi.
Niti Sajati
Menjadi manusia seutuhnya, konsisten dalam kebaikan, dan mencapai kesempurnaan karakter.
Yang kami tawarkan.
Alam
Kembali ke ritme hutan pinus — udara segar, suara alam, dan ketenangan yang menyembuhkan penatnya kota.
Budaya & Spiritual
Kearifan dan kehangatan Sunda, disertai ruang tenang di Kaki Gunung Manglayang — pulang ke akar sekaligus lahir kembali.
Bermain
Kaulinan tradisional yang menyatukan lintas generasi — tawa lepas, tanpa layar gawai.
Masjid Pemuda Raheela
Di tengah rimbunnya pinus, berdiri Masjid Pemuda Raheela — ruang tadabur bagi Wargi Rimba. Suara gemercik air wudu dan panggilan azan menjadi pengingat: di sini, suara paling nyaring bukanlah notifikasi ponsel, melainkan seruan untuk kembali bersujud.
Bukan Sekadar Bisnis
Kebaikan yang berputar.
Separuh dari keuntungan setiap sesi Ulin di Rimba kami putar kembali untuk pendidikan, pelestarian ekosistem hutan, dan kebermanfaatan umat di sekitar kami. Jadi saat Wargi Rimba bergabung, bukan cuma dapat pengalaman — ada kebaikan yang ikut ditanam.